RSS

Cara Taubat Nashuha

25 Sep

Tanya:

Bagaimana cara taubat nasuha sedang kita telah melakukan dosa besar yang dalam hukum Islam harus kena sangsi yang besar? (085669697XXX)

Jawab:

Sebelum menjelaskan tentang syarat taubat nashuha, terlebih dulu kita bahas pengertian taubat nashuha itu sendiri.

Umar bin Khattab ditanya tentang taubat nashuha, beliau mengatakan: Seseorang bertaubat dari perbuatan yang buruk dan ia tidak kembali mengulangi perbuatan itu selamanya (Tafsir Al Qurthubi 18/197). Hal senada diungkapkan oleh Ibnu Abbas t (Lihat Tafsir Ath-Thabari 28/168)

Sedangkan menurut Imam Ibnu Katsir, taubat nashuha adalah taubat yang tulus yang dengannya dapat menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya dengan menghentikan perbuatan-perbuatan buruk yang ia lakukan sebelumnya. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/393).

Dan Tuabat Nasuha adalah taubat yang terkumpul di dalamnya 5 syarat, yaitu:
Pertama.
Ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan menunjukkan taubatnya keharibaan Wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk mendapatkan pahala-Nya serta selamat dari adzab-Nya.
Kedua.
Menyesali perbuatan maksiatnya dengan sebenar-benarnya penyesalan serta berkemauan keras untuk tidak berbuat lagi.
Ketiga.
Segera meninggalkan maksiat. jika ia merupakan hak Allah, maka ia harus meninggalkannya jika itu perbuatan yang diharamkan serta bersegera menunaikan jika itu kewajiabn yang ditinggalkan.
Keempat.
Bercita-cita untuk tidak akan kembali lagi kepada perbuatan maksiat tersebut di masa mendatang.
Kelima.
Tidak berhenti bertaubat sebelum datangnya ajal atau terbitnya matahari dari arah barat.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْئَانَ

“Dan, tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: ‘sesungguhnya saya bertaubat sekarang …” [An-Nisa : 18]

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ

“Siapa yang bertaubat sebelum terbit matahari dari arah barat, niscaya Allah terima taubatnya” [Hadits Riwayat Muslim No 4872]
[Lihat Fatawa Hammah wa Risalah Fii Sifati Sholatin Nabi r (Edisi Indonesia: Sifat Shalat Nabi r ) Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Pustaka Al-Kautsar, hal 69-72]

Apabila seseorang melakukan perbuatan dosa besar, sebesar apapun dosa yang ia lakukan maka hendaklah ia bersegera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Ta’ala, jangan menunda-nunda taubatnya, karena sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam Ibnul Qayyim AL Jauziyah bahwa menunda-nunda taubat termasuk perbuatan maksiat. (Lihat Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim 1/178)

Banyak anjuran dan perintah dalam Al Qur’an agar kita segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Ta’ala , sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat berikut ini :

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu untuk meraih ampunan dari Rabb-mu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Surat Ali Imran : 133)

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” (Surat Nuh : 10)

وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ إِنَّ اللهَ غَفُورُُ رَّحِيمُُ

“Dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surat Al Baqarah : 199)

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah menjelaskan dalam haditsnya tentang masalah  ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut ini:

عَنِْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

“Dari Anas bin Malik ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: “Wahai Anak Adam, sesungguhnya apabila engkau memohon (ampun) dan berharap kepada-Ku maka Aku akan mengampunimu tidak peduli seberapapun banyaknya dosa-dosamu. Wahai Anak Adam, seandainya dosa-dosamu menjulang sampai menutupi awan di langit kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku niscaya Aku akan mengampunimu tanpa mempedulikan banyaknya dosa-dosamu. Wahai Anak Adam, seandainya engkau menghadap-Ku dengan membawa dosa yang memenuhi bumi kemudian Engkau menghadap-Ku dengan tidak mensekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan mendatangkan kepadamu ampunan yang besarannya dapat menutupi bumi (juga).” (HR. Turmudzi No 3540 dan dishahihkan oleh Albani)

Jika dosa yang ia lakukan merupakan dosa besar yang hukumannya sudah Allah Ta’ala tetapkan seperti mencuri hukumnya dipotong tangannya, atau berzina jika ia sudah menikah maka hukumnya dirajam atau yang lainnya, jika urusannya belum sampai ketingkat mahkamah syar’iyah (pengadilan agama) maka cara taubatnya adalah dengan menyesali perbuatan tersebut dan bertekad untuk tidak mengulangi kembali dan memperbanyak amal shalih baik berupa sholat, shadaqah, dzikir, tilawah Al Quran dan lain-lainnya.

Wallahu A’lam Bish Showab.

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada September 25, 2009 in Uncategorized

 

18 responses to “Cara Taubat Nashuha

  1. SEPRIO

    Oktober 4, 2009 at 4:35 pm

    ag suka islam

     
    • SEPRIO

      Oktober 4, 2009 at 4:43 pm

      megapa dunia ini selalu menagis ………………..
      kita lihat pada tahun 2004 kejadihan sunami di ACEH petapabayak ya karban jiwa…………..?
      dan kita lahat junga pada tahun 2009 pada tangal 2 terjadih ya gempa yang sagat dazat di padang. mukin dunia ini menagis karna ulah manusia

      seprio

       
    • eko berdyanto nugroho

      Januari 14, 2010 at 8:25 pm

      ya

       
  2. tiara

    Oktober 5, 2009 at 1:12 pm

    saya mau tanya..
    taubat adalah agar kita berusaha tidak mengulangi perbuatan maksiat tsbt.
    tapi bukankah semua itu butuh proses..
    lalu bagaimana dengan proses tersbut ?
    tentu masih ada kelakuan mksiat, wlpun kapasitasnya dikurangi.
    apakah dlam proses tersebut juga terhitung dosa. ??

     
    • eko berdyanto nugroho

      Januari 14, 2010 at 8:30 pm

      memangsemua itu butuh waktu tapi kenapa kita waktu dekat dengan hal2 buruk tersebut kita pasti juga ingin ikut masuk dikomunitas tersebut

       
  3. syarah mugikawuryan

    Oktober 19, 2009 at 2:45 pm

    kmren dosen sya blg.bhwa hkuman bgi pezina. .apbla blm menkh d rjam 100cambukn.sdgkn bgi yg sdah menkh d rjam hgga mti.supya saat d akhrat tdk mendpt sangsi kmbli,apkh it bnar??lalu kalo brtaubt tdk d rjam,hny sept ktrgan d ats.apkh d akhrat nnt ttp d bri hkman?mskpn ktrgan d ats Allah akn mgmpuni dosa sbsar appn kcli yg myekutknNya. .yg pntg taubt nashuha. .bgm it??

    tp td sya mlhat ktrgan d atas,bhwa yg blm menkh ckp dg mysali’na. .sbnr’na yg bnar yg spt aph?

     
  4. syarah

    Oktober 19, 2009 at 2:53 pm

    sya mw brtny. .

    wkt kuliah kmrn,sya dpt mteri ttg hkum2 Allah,trmsk hkman bgi pezina.dosen sya mgtkan. .hkman bgi pezna slain tbt nashuha jg perlu di rajam.agr di akhrat nant tdk mendpt sangsi kmbli.yg ktentuan’na. .jka blm menkah,di cambuk dg rotan 100kali,dn bgi yg sdah menkh d cambuk hgga mati. .

    sdgkn ktrgn ttg hl ini spt di ats tdk ssuai dg aph yg dosen sya blg.

    yg ingn sya tnyakn,apkh bgi yg blm menkh ckup brtbat nashuha sja sdah ckp?jka tdk d rajam,bgm saat d akhrt nnt?apkh d kenai sangsi kmbli??

    mhon bmbingan’na ats mslh ini. .

     
  5. yusep

    November 1, 2009 at 8:33 pm

    mengapa banyak terjadi bencana?karena manusia sudah terlalu banyak berbuat dosa.marilah kita bertobat mohon ampun kepada Allah swt.semoga Allah melindungi bangsa ini dari bencana dan musibah.amin

     
    • eko berdyanto nugroho

      Januari 14, 2010 at 8:37 pm

      karena manusia didunia ini tidak pernah mau bersyukur dengan apa yang semua diberikan yang maha kuasa …………………..
      mereka hanya ingin menikmatinya aja tidak mau melestarikannya

       
  6. eko berdyanto nugroho

    Januari 14, 2010 at 8:27 pm

    apakah cinta itu bisa kembali,kalau cinta itu sudah pergi?rasa ini sangat menyakitkan……….

     
    • azzam ivanka

      Mei 3, 2010 at 8:10 am

      ya tentu aja bisa, tinggal kamu jait siapa yang di cintai oleh kamu, dan kamu benar-benar mencintai dia, karena cinta adala cahaya bagi dirimu
      kronologinya cinta itu indah.
      cuma kadang kita aja yang menjalani yang tidak bisa menjaganya sehingga apa-apa yang telah teragendakan terdahulu yang sudah di kemas dengan sedemikian rupa abis semua cuma gara-gara kita yang cerubuh akan cinta
      dengan sefat manusiawinya yang di jadikan refrensi duluan, dan apa yang terjadi?
      klo’ sudah cinta tidak berangkat dengan tulus inilah akibatnya cinta akan pergi begitu saja cuma jangan cemas semua itu akan berakhir asalkan kamu bisa menjaganya dan mencintai dia dengan apa adanya .

       
  7. eko berdyanto nugroho

    Januari 14, 2010 at 8:34 pm

    apakah taubat akan berhasil jika kita mampu untuk tidak lagibergaul dengan yang maksiat tersebut
    akan tetapi ada satu ganjalan aku kalau tidak bertemu dengan tema baikku aku belum bisa
    apakah anda punya solusi?…………………..

     
  8. pencari ridho

    Februari 17, 2010 at 10:01 am

    Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh…

    Q dah berusaha mencari jati diri saya sejati tapi mpe skrg….belum ada hasil yang memuaskan…
    Q dah coba untuk bertaubat ttg keadaan diriku tapi…hanya impian….yang menghinggapi…
    Q senang bgt melihat mereka2 yang hidup NORMALLLLLLLLLL……
    dah bertahun2 hingga dewasa Q sembunyikan kebohongan ttg diriku pada semua…hanya DIA yang Maha Tahu, Maha Sempurna…
    kepribadianku yang introvert membuat Q lebih kuat untuk menutupi ttg diriku..

    taubat yang spt apa sih yang sejati…kRn Q dah coba berkali2…gangguan dan cobaab luar biasa tak terkalahkan..nafsu jahat memuncak…tak kuasa Q hidup..kadang Q pernah merasa pendek otak untuk akhiri hidup..pi Allah masih sayang dan cinta padaku…
    sungguh hina dan rendahnya aku ini…
    Q merasa nyaman dan tenang ketika BERDZIKIR….
    pi setelah Q byk BERGAUL dan terbuai kemajuan teknologi dan Q tinggalkan dunia spiritualku perlahan2..hingga berhenti total….dan sangat sulit sekali untuk mengawalinya karena berbagai kemaksiatan menghinggapiku…
    otakku kian hari lemah berpikir, hidupku sakit2an..memoriku melambat…kuliahku berantakan…
    begitu tega ku bohongi semua yang dekat dg ku…Q pintar sekali membohongi diriku..
    Hidupku memang hampir setiap hari di Masjid…pi KETIDAKTENANGAN menghantuiku..
    di sisi lain Q aktivis MASJID paling di segani….pi sikap ku ga mencerminkan MUSLIM sejati..
    aku MUNAFIK…..PEMBOHONG…LAKNAT………

    Q masih punya IMAN dalam HATI ku yang sakit ini…

     
    • surya

      Juli 24, 2010 at 8:16 pm

      sama senasig

       
  9. Meta

    Maret 26, 2010 at 7:10 pm

    Aku termasuk orang yang gampang sekali terpengaruh, aku pernah bekali-kali taubat tapi ttp aja aku pasti kembali berbuat maksiat dan meninggalkan shalat. Malah sekarang aku makin parah aja. Aku ingin bisa bertaubat nasuha sampai kapanpun aku ingin selalu berada dijalan Allah SWT, tapi sulit sekali, aku ingin mendapatkan hidayah dari Allah dan keluar dari kenistaan ini. Aku sudah benar-benar hina hingga aku malu pada diriku sendiri. Aku ingin sekali berhenti dari semua ini. Aku rela jika harus meninggalkan orang yang kucintai tapi menyesatkanku dan aku kembali ke jalan Allah,mentaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Aku rela meninggalkan segala kenikmatan duniawi asalkan aku bisa benar-benar bertaubat nasuha dan melakukan segala yang diperintahkan Allah karena aku mencintai Allah,aku mencintai kebaikan dan membenci keburukan. Aku ingin segera bertaubat..ya Allah tunjukkanlah jalan-Mu yang benar, berilah hamba hidayah.
    Aku tak sanggup lagi jika harus menanggung dosa yang lebih besar lagi. Aku benar-benar rela kehilangan segala kenikmatan duniawi asalkan hatiku damai karena aku dekat dengan Allah. Aku tak mau lagi melakukan maksiat, aku ingin selalu beramal baik hanya demi Allah agar DIA selalu dekat denganku. Ya Allah toLong hamba..berilah hidayah-Mu..
    ToLong..

     
  10. hamba allah

    Juli 5, 2010 at 4:15 pm

    aq juga pengen sekali bertaubat. Tolong di bantu donk? Dah lama rasanya ingin bertaubat? Tapi hasilnya nihil..

     
  11. ade hikmat

    Desember 23, 2010 at 9:55 pm

    kalau menurut saya bertobat memang harus d lakukan semua umat manusia baik yg berdosa besar ataupun dosa kecil karena bertaubat akan meringankan langkah langkah kita untuk hidup maju didunia maupun kelak d akhirat nanti.

     
  12. hisbul

    Agustus 6, 2011 at 8:40 am

    Assalamualaikum Wr Wb.

    Pak ustadz, sya mau tanya..
    saya telah melakukan zinah sama pacar saya,.tapi tidak sampek parah cuma sekedar pegang – pegang saja dan itu sering saya lakukan..apakah dosa saya akan diampuni oleh Allah SWT ?.apakah dosa saya sama seperti dosa orang yang berzinah sampek sang pacar hamil ?..dan sekarang saya sadar dan ingin bertobat…terimakasih sebelumnya..

    wassalamualaikum Wr Wb.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: