RSS

Hukum Membaca Surat Yasiin

03 Apr

Tanya:
Bagaimana hukum membaca surat Yaasin? (Abdullah, Metro)

Jawab:

Surat Yaasiin adalah salah satu diantara 114 surat yang ada dalam Al Qur’an. Membacanya adalah ibadah dan berpahala seperti membaca surat-surat lainnya dalam Al Qur’an.

Akan tetapi kita tidak boleh mengkhususkan untuk membacanya pada malam-malam tertentu, dengan keyakinan-keyakinan tertentu. Karena tidak ada satu hadits shahihpun yang menjelaskan tentang keutamaan membaca surat Yaasiin pada malam tertentu. Kalaupun ada riwayat tentang hal itu, riwayat tersebut tidak shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita tidak boleh meyakini dan mengamalkannya. Wallahu Ta’ala A’lam Bish Showab.

Iklan
 
28 Komentar

Ditulis oleh pada April 3, 2009 in Uncategorized

 

28 responses to “Hukum Membaca Surat Yasiin

  1. wid2o

    April 6, 2009 at 5:58 am

    rti tidak bisa dijadikan hujjah sebagai landasan dalam pembacaan Surah Yassin dan juga yang lainnya?.Dan apakah itu berarti amalan yang dilakukan saudara2 dari NU itu salah karena mereka2lah yang selalu mengamalkannya?.Pun kalau salah apakah berarti juga kita menyalahkan atau bahkan menganggap Bid’ah amalan2 tsb.Yang berarti pula seluruh ulama,kyai yang mengajarkannya telah memesan ”KAPLING NERAKA” sebagaimana hujjah ”Setiap bid’ah…….dst”YANG SERING KITA DENGAR AKHIR2 INI.WASAALAM.

     
    • irul para pencari tuhan

      Juli 26, 2010 at 10:37 pm

      mngp hrus d lakukan apbla tdk ada 1 pun hadist shahih yg menyuruh qt untuk melakukan ny….?????????????????????????????

      mngp rasa ny bgt berat meninggal kan kebiasaan nenek moyang untuk mengikuti jalan yg lurus mnrut sunnah rasul…..???????????????

      apakah ajaran rasul tidak sempurna dan harus di tambah” spya menjdi sempurna….????

      Wallahu Ta’ala A’lam Bish Showab.

       
  2. wid2o

    April 6, 2009 at 6:05 am

    Pun yang saya jadi heran kenapa sekarang2 ini terjadi benturan2 yang membikin tidak enak ”PERASAAN” dgn kedatangan paham2 yang gampang membid’ahkan orang bahkan menganggap kafir sesama umat islam,apakah mereka menganggap ”LEBIH BAIK” dari pada saudara yang lebih dahulu mengamalkannya,dengan sejarah WALI SONGO yang telah mengISLAMkan INDONESIA…..Demi ALLAH saya sedih sekali dengan hal ini.memang kita tahu….ISLAM LAHIR DI ARAB…TETAPI ISLAM BUKANLAH ARAB.

     
    • irul para pencari tuhan

      Juli 26, 2010 at 10:39 pm

      mngp hrus d lakukan apbla tdk ada 1 pun hadist shahih yg menyuruh qt untuk melakukan ny….?????????????????????????????

      mngp rasa ny bgtu berat meninggal kan kebiasaan nenek moyang untuk mengikuti jalan yg lurus mnrut sunnah rasul…..???????????????

      apakah ajaran rasul tidak sempurna dan harus di tambah” spya menjdi sempurna….????

      Wallahu Ta’ala A’lam Bish Showab.

       
  3. saia

    April 10, 2009 at 10:15 am

    assalamu’alaikum,, maaf,,
    di desa saya setiap kamis maLam masyarakat membaca surat yaasiin sebagai amaLan ruTin secara bergiLiran dari rumah ke rumah, apakah haL tersebut juga tdak boleh??

     
  4. m.midkholhuda

    Mei 26, 2009 at 5:44 pm

    wah hadits tidak shohih berarti belum tentu ditinggalkan lho ustadz, janga membingungkan ummat dong dengan mengatakan hadits tidak shohih bukan berasal dari rosul, karena hadits dhoif juga macam2 kan tergantung kedhoifannya.

    beberapa ulama masih memakai hadits Dhoif untuk beberapa Fadhoil A’mal asalkan ada dalil utamanya lho.
    membaca Al Quran dianjurkan oleh agama, sedangkan surat Yasin termasuk surat dala Al Quran, apakah membaca Al qur’an Bid’ah. Allohummaghfir laka walakum. bebrapa Surat dalam AlQuran memiliki kelebihan Lho. Coba kita kaji bersama, perbanyak koleksi bacaan kita jangan hanya kutub min wahaby.

    Wallohu A’lam

     
  5. Tria

    Juni 9, 2009 at 9:32 am

    bagaimana tata cara memandikan jenazah yang benar dan tata cara sholat jenazah berserta bacaannya?

     
  6. arsyad

    Juni 19, 2009 at 7:05 pm

    Akhi midkholhuda,

    Kiranya bisa dibaca artikel dari web dibawah mengenai derajat fadilah yg menjelaskan surat Yasin.
    http://muslim.or.id/manhaj/derajat-hadits-fadhilah-surat-yasin.html

    Lalu mengenai menjadikan hadits dho’if sebagai fadho’il amal, memang para ulama masih membolehkan asalkan sebelumnya diiringi terlebih dahulu dengan hadits yg shahih atau minimal hasan, dan dho’ifnya bukan dho’if jiddan (lemah sekali). Penjelasannya ada di web ini : http://muslim.or.id/hadits/hadits-dhoif-menjadi-sandaran-hukum.html
    Jadi, klo boleh saya sarankan, janganlah mengamalkan hadits dho’if apalagi maudhu (palsu) walaupun hanya untuk menjelaskan fadho’il amal. Janganlah kita terjebak pada perkara syubhat.

    Saya rasa kita semua sepakat bahwa membaca Qur’an bukanlah bid’ah bahkan adalah sunnah yg amat sangaaaat dianjurkan, namun mengkhususkan membaca Yasin saja, misalnya di malam Jum’at dan Yasin untuk org meninggal, inilah yg bid’ah. Karena Rasul tidak pernah mengkhususkan membaca Yasin di malam Jum’at dan untuk org meninggal. Jadi, singkatnya, baca Yasinnya itu sendiri bukan bid’ah, mengkhususkannya lah yg bid’ah. Adapun, surat yg punya fadhillah yg dibaca pada hari Jum’at adalah surat Al Kahfi :
    “Sesungguhnya barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya ia akan diterangi oleh cahaya antara dua Jum’at.” (HR Hakim 3349)

    Saya jg masih belajar agama, mari kita sama2 belajar dengan saling merendahkan hati agar bisa menerima kebenaran.

     
  7. achmad a.

    Juli 3, 2009 at 8:18 pm

    Semoga Allah Subchanahu wa Ta’ala mengaruniai kesabaran kepada segenap pengolala blog ini. Komentar-komentar dari yang tidak sepaham, makin menunjukkan kemantapan landasan ilmu pengelola blog ini.

    Para komentator yang tidak sepaham lebih sering meng-“counter” dengan “kekuatan” bahasa emosional dengan landasan yang tidak jelas sehingga mengesankan tidak ilmiah.

    Saran saya, saudara-saudaraku yang tidak sepaham hendaknya menyampaikannya dengan bahasa “seorang muslim” yang dilandasi ilmu sebagaimana pengelola blog ini memberikan jawaban.

    Insyaallah, dengan begitu melalui forum dialogimani ini, semoga Allah Subchanahu wa Ta’ala menunjukkan kebenaran dan membukakan pintu hidayah dalam hati kita semua.

    Emosional hanya menunjukkan kedangkalan ilmu.
    Dalamnya ilmu bisa dilihat dari tutur kata dalam merespons permasalahan.

     
  8. arif

    Agustus 6, 2009 at 12:53 am

    assalamualaikum wr.wb
    dengan menyebut nama allah yg maha pengasih lagi maha penyayang

    sesungguhnya semua muslim bersaudara, janganlah saling ejek, saling menyalhkan, dan jgn pula merasa dirinya benar..
    sperti sabda beliau..

    Jangan kamu saling dengki dan iri dan jangan pula mengungkit keburukan orang lain. Jangan saling benci dan jangan saling bermusuhan serta jangan saling menawar lebih tinggi atas penawaran yang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya dengan tidak menzhaliminya, tidak mengecewakannya, tidak membohonginya dan tidak merendahkannya. Letak takwa ada di sini (Nabi Saw menunjuk ke dada beliau sampai diulang tiga kali). Seorang patut dinilai buruk bila merendahkan saudaranya yang muslim. Seorang muslim haram menumpahkan darah, merampas harta, dan menodai kehormatan muslim lainnya. (HR. Muslim)

    sesungguhnya salah benar mutlak milik allah…
    saya adalah orang yg bukan ahli kitab..
    dan saya juga bukan ustadz..
    banyak orang yg hafal ayat..
    tp dia lupa akan judulnya yaitu bismillahirohmanirrohim
    allah rohman allah rohim

    jujur saya tidak sepaham dg anda..
    tapi saya menghormati dengan keyakinan anda..

    mgkin banyak perbedaan dg masalah khilafiyah…
    tp ingat lebih banyak lagi persamaannya..

    teringat aku dalam dalam kata2 seorang kyai..
    “bermentalah engkau… aku hanyalah jgn engkau bermental aku adalah” mengutip dari kata kata tersebut, kita tidak boleh merasa dirinya lebih pintar, lebih tinggi, sombong dll

    sekarang ini pemikiran orang islam banyak yg terkotak2..bagaiman kita bisa bersatu..
    kalau kita merasa dirinya paling benar…adakah kita saling hormat dari suatu pemahaman yg berbeda..biarlah dia dg keyakinannya, biarlah dia juga dengan keyakinanya…
    cukup allah sajalah sebagai hakim yg adil kelak

    demikian dari saya, jika dalam komentar ini, ada yg tidak berkenan di hati anda, saya mohon maaf sebesar – besarnya karena saya manusia biasa yg tidak luput dari dosa
    smoga blog ini bermanfaat dan memberikan kedamaian untuk pembaca
    amin..

    wassalamualaikum wr wb

     
  9. sanjisan

    Agustus 6, 2009 at 2:06 am

    Assalamu’alaikum,
    sebagai muslim, kami hanya menjalankan ibadah yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم, suri tauladan kami.

    Kami tidak akan melakukan ibadah yang tak pernah dicontohkan oleh Nabi صلی الله عليه وسلم, meskipun banyak orang yang melakukannya.

    Membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang sangat baik, tapi lebih baik lagi jika kita juga memahami maknanya dengan tafsir yang benar (shahih) dan mengamalkannya dalam kehidupan kita.

    Semua ayat Al-Qur’an berasal dari Allah, semuanya mulia, kenapa hanya mengkhususkan membaca surat Yaasiin saja dan meninggalkan yang lain?

    Mengenai tradisi “yasinan” yg diadakan rutin setiap malam jum’at, karena tidak ada hadits2 shahih yg meriwayatkan bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan para Sahabat beliau pernah melakukan hal itu, maka kami pun tidak akan melakukannya.

    Karena tidak ada suri tauladan yang lebih baik dari Rasulullah صلی الله عليه وسلم. Cukuplah bagi kami Islam yang dibawa oleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم. Kami tidak akan membuat atau mengikuti ajaran baru selain dari ajaran beliau.

    wassalamu’alaikum wa rahmatullah.

     
    • budi

      Maret 12, 2010 at 12:28 am

      silahkan…. ^_^ dan sayapun akan ttp membaca yasin setiap mlm jum’at..dg tidak mninggalkan surat2 yang lain nya…salam persaudaraan

       
    • dony

      Oktober 11, 2010 at 7:44 pm

      Anda perlu membaca SERIBU LEBIH Judul Kitab sebelum berbicara masalah ini, Karena bisa sesat dan menyesatkan,
      Wallahu a’lam

       
  10. iwan

    Agustus 6, 2009 at 1:50 pm

    assalamu allaikum wr wb
    kalo menurut saya boleh-boleh saja mengkhususkan dan mengamalkan surat yasin sepanjang itu adalah untuk ibadah kepada Allah karena tidak ada satu hadist shahih pun yang melarangnya untuk membaca surat yasin pada mlm tertentu, sepanjang itu adalah ibadah kepaada Allah sah-sah saja

     
  11. ikhwan

    Agustus 6, 2009 at 3:18 pm

    Assalamu’alaikum Akhi Iwan

    Ya akhi, klo akhi berpandangan spt itu, berarti akhi beranggapan boleh2 saja melaksanakan sholat zuhur 5, 6 atau 7 raka’at dengan niat untuk ibadah karena alasan akhi tidak ada hadits yg melarangnya…??

    Akhi Iwan yg saya hormati, semoga Allah Azza wa Jalla merahmati antum. Tahukah akhi kalau kaidah awal segala macam ibadah adalah haram kecuali jika ada tuntunannya dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Begitupun dengan membaca Al Qur’an. Al Qur’an diwahyukan Allah kepada Rasulullah agar kita, umat Islam bisa berpegangan pada hukum2 Allah yg haq. Membacanya adalah termasuk perkara ibadah. Rasulullah menganjurkan kita untuk membaca dan mengamalkan Al Qur’an, karena “Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (HR Bukhari-Muslim)

    Lihatlah redaksi hadits diatas ya akhi, junjungan kita menyuruh untuk membaca Al qur’an, bukan menyuruh hanya membaca surat Yasin saja. Saya katakan membaca surat Yasin adalah bukan bid’ah karena surat Yasin adalah salah satu dari surat2 al qur’an yg semuanya mempunyai faedah untuk diamalkan, akan tetapi mengkhususkannya itulah yg tergolong perkara2 baru yg tidak ada tuntunannya dari Rasulullah.

    Kita lihat skrg ya akhi, dimana2, di masjid, di rumah2, setiap malam jum’at, org ramai2 hanya membaca surat Yasin. Mengapa tidak setiap malam mengadakan tadarrus al qur’an 30 juz??? Mengapa mengkhususkan dengan malam jum’at apalagi yg dibaca hanya surat Yasin.

    Dan pengalaman yg amat menyedihkan lagi, org2 skrg lebih menyukai hanya membaca surat Yasin dibanding membaca qur’an 30 juz. Saya lihat sendiri di masjid dekat kantor saya. Wallahul Musta’an…

    Akhi Iwan yg semoga Allah melindungimu. Tiada yg ingin saya sampaikan kecuali saya hanya ingin meluruskan pendapat akhi iwan, bukan untuk menggurui apalagi mendebat. Berpeganglah pada tuntunan Nabi kita dalam beribadah ya akhi, jangan turuti hawa nafsu. Cukupkan dengan petunjuk Rasulullah, berhati2lah terhadap setan karena setan selalu membuat indah hal2 buruk pada kita sehingga kita memandang indah pada hal2 bid’ah yg terlarang. Semoga akhi iwan dan keluarga mendapat naungan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan makin bersemangat dalam beribadah. Amin.

     
  12. Hamba Allah

    Agustus 7, 2009 at 9:42 pm

    Dari dulu orang Muhammadiyah ya gini ini,,,

    sdr Iwan dengan mengatakan bahwa ” kalo menurut saya boleh-boleh saja mengkhususkan dan mengamalkan surat yasin sepanjang itu adalah untuk ibadah kepada Allah karena tidak ada satu hadist shahih pun yang melarangnya untuk membaca surat yasin pada mlm tertentu, sepanjang itu adalah ibadah kepaada Allah sah-sah saja ” itu masih logis cara berfikirnya. kenapa ??? karena surat Yasin adl bagian dr surat Al-Quran dan membacanya adl ibadah. tidak ada bantahan dalam hal ini bahkan oleh anda sekalipun.

    sedangkan ungkapan anda bahwa “Ya akhi, klo akhi berpandangan spt itu, berarti akhi beranggapan boleh2 saja melaksanakan sholat zuhur 5, 6 atau 7 raka’at dengan niat untuk ibadah karena alasan akhi tidak ada hadits yg melarangnya…??” menunjukkan bahwa anda orang yg kurang cerdas, tp tentu saja bukan bodoh… kenapa??? jangan menganalogikan sesuatu yg benar dg sesuatu yg jelas2 salah. seperti td yang saya bilang, surat Yasin adl bagian dr surat Al-Quran dan membacanya adl ibadah. tidak ada bantahan dalam hal ini bahkan oleh anda sekalipun.
    hal itu anda analogikan/bandingkan dengan pernyataan “boleh2 saja melaksanakan sholat zuhur 5, 6 atau 7 raka’at dengan niat untuk ibadah karena alasan akhi tidak ada hadits yg melarangnya…??” bahwa sholat dhuhur adl 4 rakaat, bukan 5,6 atau bahkan 10 rakaat, tidak ada bantahan dalam hal ini bahkan oleh anda sekalipun….
    Jd tolong dong,,,berfikir logis + realistis n jangan mengada2…

     
    • riki

      Januari 28, 2010 at 2:22 pm

      siipp dech komentarnya ….!!!!

       
  13. ikhwan

    Agustus 10, 2009 at 8:51 am

    @mas hamba Allah yg dirahmati Allah,

    Saudaraku, cobalah baca komen saya dr awal hingga akhir. Sayapun tidak mempermasalahkan membaca surat Yasin sepanjang niat dia adalah ibadah dan tidak ada pengkhususan, tp yg jadi permasalahan adalah “mengkhususkan” misalnya dibaca hanya pd saat malam jum’at…inilah yg saya maksud saudaraku, inilah yg tidak ada tuntunan dari Rasul. Surat2 dalam Al Qur’an semuanya berjumlah 114 surat, semuanya mempunyai faedah dan kita wajib berpegangan padanya oleh karena itu kita dianjurkan untuk membaca semua surat, klo bisa setiap malam kita tadarusan.

    Saya bukan org Muhammadiyah, saya hanya ingin meluruskan pemahaman saudaraku Iwan karena yg namanya perkara ibadah pada Allah itu tidak boleh sembarangan ya akhi, tidak boleh menuruti hawa nafsu. Ibadah harus mengikuti syariat dan tuntunan dari Nabi kita, Muhammad Shallallahu alaihi wassalam. Tidak ada hadits yg melarangnya bukan berarti kita boleh2 saja melaksanakan, justru disini dituntut kehati2an karena yg tidak ada tuntunannya itulah yg masuk ke dalam perkara2 baru. Maaf klo ada kata2 yg membuat saudaraku tersinggung. Sungguhlah kita tdk perlu berdebat dlm masalah ini, hanya kepada Allah kita memohon petunjuk. Semoga saudaraku hamba Allah tambah bersemangat dlm beribadah.

     
    • dunia lain

      Maret 12, 2010 at 12:35 am

      “setiap bid’ah adalah sesat,sedangkan yang sesat itu akan masuk kedalam neraka” tp saya mau tanya apakah kita akan di masukan ke dalam neraka hanya gara2 kita membaca surat yasin setaiap mlm jum’at…????masuk akal ga ya….??????

       
  14. Tom's

    Agustus 10, 2009 at 9:03 am

    Ya akhi sekalian, kiranya tidak perlu berdebat. Cukup kita kembalikan kepada artikel diatas dan jawabannya, kan udh dijawab tuh. Kalo saya sih pilih, klo tidak ada tuntunan dari Rasul ya tidak ush repot2 melaksanakan. Bagaimana dengan anda?

     
  15. Jack

    Oktober 30, 2009 at 12:15 am

    Mohon maaf senbelumnya,,,bahwa innama a’malu bin niat…semoga tidak salah..bahwa semuanya trgantung dari kita niatny seperti apa dalam membaca surat yasin tersbut..ibadah atau hanya untuk diliat org tiap jumat membaca surat yasin…wallohu a’lam.

     
  16. abu merapi

    Oktober 30, 2009 at 7:55 am

    Assalamu’alaykum wa rahmatullah wa barakatuh…
    Klo boleh saya bertanya:
    – Apa arti bid’ah
    – Bolehkah berkhotbah jum’at dengan Bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Apakah ada riwayatl Rasulullah pernah berkhotbah selain menggunakan Bahasa Arab. Jadi apakah berkhotbah dengan bahasa selain Arab itu bid’ah.
    – Bolehkah berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia, karena doa-doa Nabi (baik yg dipandang shohih atau dhoif sekalipun) tidak ada yg menggunakan bahasa selain Arab. Apakah klo berdoa dengan bahasa selain Arab juga bid’ah.

    Mari tetap kita jaga ukhuwah…

     
  17. riki

    Januari 28, 2010 at 2:35 pm

    asalamu’alaikum..
    maaf saya yang bodoh ini ikut komentar….
    membaca yasin tiap mlm jum’at itu lebih baik dari pada nongkrong di jalanan…..sebnr nya yang mesti di luruskan itu yang nongkrong dijalanan supaya mw baca qur’an…

     
    • lidia

      September 2, 2010 at 4:17 pm

      kLw mNrut SyA alNgkh baiknya kita kembalikan kPd AllAH , sbenARNYA itu trgantung kPd niat Masing2…………………………………….n jngn mlkukn prdebtn yng nantinya memechkn islm.so lkukn apa yg dprinth Allah n rsul-NYA n brpdomn kpd Al.qur’an n hadist.

       
  18. dimas

    Juli 5, 2010 at 1:42 am

    ya allah,kenapa umat islam berbeda pendapat begini, hampir semua golongan islam mengaku ahlusunnah wal jamma’ah,tapi kenapa berbeda fikiran? ya allah beri hambamu petunjuk agar cara ibadah saya kepadamu itu benar..amiin

     
  19. Tomi Sulaeman

    Januari 20, 2011 at 3:05 pm

    Menurut Ana..Antum Betul semua,,,Insya Allah….ga ada yang salah
    kaidah ushul nya… ” Al-yaqiinu La Yuzaalu Bissyakk ”
    Bersatu umat islam kal bunyaani yasyuddu ba’duhum ba’doo
    Ayo sama2 mengaji dan mengkaji al’qur’an dan sunnah…and Amalkan dengan Istiqomah……………….
    Qul aamantu Billah Tssumas Taqim….

    Wallahu ‘alam bishowab

     
  20. theunitedislam

    April 7, 2011 at 11:30 pm

    ngapain debat masalah ne,,,mending debat lawan kafir2 tuwww,,,,
    biar g salah sembahan,,,
    biarkanlah mereka dengan keyakinan mereka…kalian dengan keyakinan kalian,,,
    dan ingatlah jgn pernah saling mengejek atau mengkafirkan sesama muslim….
    (“Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”)
    al-hasyr ayat 10.

     
  21. umifaizah

    April 11, 2011 at 12:32 pm

    Perbedaan khilafiyah telah ada sejak dahulu kala,’belajar’ adalah merupakan salah satu jawaban untuk memperdalam keyakinan dan menambah amalan ibadah. semua amalan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh Yang Maha Kuasa, jadi…tetaplah menjadi pribadi yang istiqomah menjalankankan perintah Alloh dan RosulNya. Tak usah risau dengan niatan hati manusia karena hanya Alloh yang bisa mengukur kadarnya. Wallohu a’lam.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: