RSS

Adakah Larangan Nikah Di Bulan Syawwal?

03 Des

Tanya:

Ada seorang ustadz yang melarang menikah dibulan Syawwal, karena kedua anak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menikah dibulan Syawwal meninggal dunia, apakah pendapat beliau ini benar?

Jawab:

Menikah atau menikahkan seseorang pada bulan Syawal adalah perbuatan yang terpuji dan disunnahkan dalam Islam. Hal ini dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkannya dalam kehidupan beliau dimana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi beberapa istri beliau di bulan Syawal. (Lihat Minhajul Muslim, Syeikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi, hal : 340)

Oleh karena itu Imam Muslim dalam Shahihnya menyebutkan sebuah bab yang bunyinya:

بَاب اسْتِحْبَابِ التَّزَوُّجِ وَالتَّزْوِيجِ فِي شَوَّالٍ وَاسْتِحْبَابِ الدُّخُولِ فِيهِ

Bab Disunnahkan Menikah dan Menikahkan (Seseorang) di Bulan Syawwal serta Disunnahkan Menggauli (istrinya) Di Bulan Tersebut.

Dan setelah menyebutkan bab tersebut beliau membawakan riwayat berikut:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي

Dari Aisyah ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku pada bulan Syawal dan mengumpuliku (juga) pada bulan Syawal, dan tidak ada istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang kecintaan beliau kepada mereka melebihi kecintaan beliau kepadaku.” (HR. Muslim No 1423, Turmudzi No 1093, Nasai No 3236 dan Ibnu Majah No 1990)

Riwayat lain yang menginformasikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi istri beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pada bulan Syawal adalah:

عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزَوَّجَ أُمَّ سَلَمَةَ فِي شَوَّالٍ وَجَمَعَهَا إِلَيْهِ فِي شَوَّالٍ

“Dari Abdul Malik bin Harits bin Hisyam dari bapaknya bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Ummu Salamah di bulan Syawal dan mengumpulinya juga di bulan Syawal.” (HR. Ibnu Majah No 1991)

Riwayat-riwayat di atas jelas menunjukkan bahwa menikah pada bulan Syawal adalah sebuah amalan sunnah yang tidak perlu diragukan lagi keabsahannya.

Jika ada seorang ustadz yang melarang menikah pada bulan Syawal dengan alasan putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menikah pada bulan tersebut meninggal dunia, maka statement atau pernyataan ustadz ini sama sekali tidak benar dan tidak dapat digunakan sebagi hujjah, karena setiap manusia itu pasti akan mengalami kematian baik yang menikah di bulan Syawal atau di bulan lainnya atau bahkan yang belum menikah sekalipun jika sudah tiba ajalnya maka ia akan meninggal dunia. Ini merupakan sesuatu yang sudah menjadi ketetapan Allah ta’ala sebagaimana difirmankan-Nya dalam Al Qur’an :

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (Surat Ali Imran : 185)

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لاَيَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَيَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat itu mempunyai ajal (batas waktu), maka apabila telah datang ajal mereka, mereka tidak dapat menundanya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (Surat Al A’raf : 34)

Disamping itu, tidak benarnya pernyataan ustadz tersebut karena bertentangan dengan sunnah fi’liyah (perbuatan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena beliau menikah di bulan Syawal sebagaimana dijelaskan dalam riwayat diatas. Wallahu A’lam Bish Showab.

Iklan
 
10 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 3, 2008 in Fiqih, muamalah, Perkawinan

 

Tag:

10 responses to “Adakah Larangan Nikah Di Bulan Syawwal?

  1. faiz faredef

    Agustus 1, 2009 at 6:32 pm

    terima kasih atas keterangannya, tapi saya butuh penjelasan tentang hukum nikah pada tanggal 1 syawwal. karena pada tanggal tersebut umat islam tidak boleh berpuasa. syukran…

     
    • dialogimani

      Agustus 3, 2009 at 10:35 pm

      nikah pada tanggal 1 syawwal boleh, tidak mengapa, dan tidak ada hubungannya antara tidak boleh menikah dengan puasa, artinya orang yang sedang puasa sekalipun tidak ada larangannya untuk melangsungkan akad nikah, namun tentunya ia tidak boleh berhubungan dengan pasangannya sehingga datang waktu berbuka. kalau ia berhubungan disiang hari maka batallah puasanya tapi nikahnya tetap sah. wallahu a’lam.

       
  2. adit

    Agustus 9, 2009 at 11:07 am

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    saya mau tanya tentang hukumnya menikah dibulan ramadhan bagaimana??terimakasih atas infonya
    Wassalamualaikum

     
    • dialogimani

      Agustus 10, 2009 at 11:07 pm

      nikah pada bulan ramadhan juga tidak ada larangan, jadi boleh. namun akan lebih utama jika bisa diakhirkan sampe syawal jika tidak khawatir akar terjerumus pada perbuatan maksiat, mengingat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menikahi Aisyah pada bulan Syawal. Wallahu a’lam bis showab.

       
      • mbak nah

        Februari 13, 2010 at 12:20 pm

        nikah pada bulan ramadhan boleh,namun lebih utama setelah bulan ramadhan karena di khawatirkan melaksanakan hal yang sering di lakukan pengatin baru!OK!

         
  3. Nur Shakila

    Februari 8, 2010 at 1:44 am

    Assalamualaikum
    Saya bercadang menikah pd akhir sya’aban dan adakah amalan ini makruh? adakah dalil yg menyokong pernyataan ini.. Apakah akan terjadi perkara buruk jika pernikahn tetap dijalankan?
    Mohon nasehat… Syukron..

     
  4. mukhamad zakaria

    Februari 13, 2010 at 12:10 pm

    bagaimana hukum nikah dalam keadaan hamil?bila di hubungkan dengan undang-undang

     
  5. mukhamad zakaria

    Februari 13, 2010 at 12:13 pm

    bagaimana hukum pernikahan yang masih kerabatnya?

     
  6. agus

    September 10, 2010 at 4:27 pm

    saya mau tanya
    berhubung saya mau menikah …tapi dri pihak 1 melarang saya menikah di bulan itu …klarna tidak boleh …alasan ny ya ga jelas menurut saya …
    apakah ada larangan menikah di bulan tertentu di hadist////
    terimakasih

    kalo bisa jawaban ny ke FB saya yah
    ags_otm@yahoo.co.id

     
  7. MiMi

    Juli 15, 2011 at 9:39 pm

    Assalamualaikum, saya mau tanya apakah dosa jika seorang putri ingin menikah dengan pria pilihannya???
    kluarga tidak menyetujui pernikahan tersebut dikarenakan bertentangan dengan adat/kebiasaan kampung. jika putri tersebut tetap ingin menikah dengan pria pilihannya, maka keluarganya akan kena celaka, apakah putri tersebut dapat dikatakan durhaka terhadap orang tua???
    padahal putri tersebut sudah menjelaskan ke keluarga klo percaya dengan adat sama saja dengan menyekutukan Allah.

    Terimakasih untuk penjelsannya.

    Klo bisa jawabnya via fb saya saja : army_skm@yahoo.co.id

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: