RSS

Cara Menggenapkan Adzan Dan Mengganjilkan Iqamah

21 Sep

Tanya:

Didalam bab adzan diterangkan agar kita menggenapkan adzan dan mengganjilkan iqamah? Bagaimanakah caranya?  (Abbas)
Jawab:
Memang dalam kitab-kitab fiqih bab adzan kita dituntunkan untuk menggenapkan bilangan adzan dan mengganjilkan iqamah. Ini berdasarkan riwayat yang terdapat dalam Shahih Bukhari :

عَنْ أَنَسٍ قَالَ أُمِرَ بِلَالٌ أَنْ يَشْفَعَ الْأَذَانَ وَأَنْ يُوتِرَ الْإِقَامَةَ

“Dari Anas ia berkata: “Bilal diperintahkan untuk menggenapkan adzan dan mengganjilkan iqamah. (HR. Bukhari No 580)

Adapun cara mempraktekkan apa yang diperintahkan kepada Bilal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini adalah sebagaimana yang digambarkan dalam riwayat berikut ini :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ لَمَّا أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالنَّاقُوسِ يُعْمَلُ لِيُضْرَبَ بِهِ لِلنَّاسِ لِجَمْعِ الصَّلَاةِ طَافَ بِي وَأَنَا نَائِمٌ رَجُلٌ يَحْمِلُ نَاقُوسًا فِي يَدِهِ فَقُلْتُ يَا عَبْدَ اللَّهِ أَتَبِيعُ النَّاقُوسَ قَالَ وَمَا تَصْنَعُ بِهِ فَقُلْتُ نَدْعُو بِهِ إِلَى الصَّلَاةِ قَالَ أَفَلَا أَدُلُّكَ عَلَى مَا هُوَ خَيْرٌ مِنْ ذَلِكَ فَقُلْتُ لَهُ بَلَى قَالَ فَقَالَ تَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ ثُمَّ اسْتَأْخَرَ عَنِّي غَيْرَ بَعِيدٍ ثُمَّ قَالَ وَتَقُولُ إِذَا أَقَمْتَ الصَّلَاةَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَلَمَّا أَصْبَحْتُ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ بِمَا رَأَيْتُ فَقَالَ إِنَّهَا لَرُؤْيَا حَقٌّ إِنْ شَاءَ اللَّهُ فَقُمْ مَعَ بِلَالٍ فَأَلْقِ عَلَيْهِ مَا رَأَيْتَ فَلْيُؤَذِّنْ بِهِ فَإِنَّهُ أَنْدَى صَوْتًا مِنْكَ

“Dari Abdullah bin Zaid ia berkata: “Dimasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan membunyikan lonceng untuk mengumpulkan orang-orang guna melaksanakan sholat, dikala aku tidur aku bermimpi melihat seorang laki-laki yang mengitariku sambil membawa sebuah lonceng ditangannnya.” Lalu aku bertanya:  “Hai hamba Allah, apakah engkau akan menjual lonceng itu? ”Akan engkau pergunakan untuk apa lonceng ini?” tanyanya. ”Akan kami gunakan untuk memanggil orang-orang untuk sholat,” jawabku. Orang itu berkata: “Maukah engkau aku tunjukkan yang lebih baik dari itu?”. “Mau,” jawabku. Ia berkata: “Engkau ucapkanlah:

اللَّهُ أَكْبَرُ   اللَّهُ أَكْبَرُ
اللَّهُ أَكْبَرُ   اللَّهُ أَكْبَرُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ     أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ    أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ    حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ    حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
اللَّهُ أَكْبَرُ    اللَّهُ أَكْبَرُ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Kemudian orang laki-laki itupun menjauhiku, lalu berkata: “Dan jika engkau mau iqamah maka ucapkanlah:

اللَّهُ أَكْبَرُ أَكْبَرُ
أَشْهَدُ اللَّهُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ   قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Dipagi harinya aku mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku ceritakan kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam perihal mimpikiu tersebut. Lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya mimpi itu benar, insya Allah. Berdiri dan temuilah Bilal, lalu ajarkanlah kepadanya (lafadz-lafadz) yang ada dalam mimpimu supaya ia mengumandangnkan adzan dengannya karena ia lebih keras dan nyaring suaranya daripada engkau.” (HR. Abu Daud No 499 dan Ahmad No 16042, menurut Syeikh Albani hasan shahih)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 21, 2008 in adzan, Fiqih, iqomah

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: