RSS

Zakat Kopi dan Cengkih

06 Sep

Tanya:
Daerah tempat saya adalah penghasil kopi, cengkeh, lada dan Vanili, apakah hasil kebun itu ada zakatnya? Jika ada, bagaimana cara menzakatinya ? (Nurdin, Way Tenong- Lampung Barat)

Jawab:
Tentang zakat kopi (hasil perkebunan), Komisi Tetap urusan Riset ilmiah dan Fatwa kerajaan Arab Saudi, yang diketuai oleh Syeikh Abdul Aziz bin Bazz dan beranggotakan ulama – ulama besar dan terkemuka menyebutkan bahwa zakat kopi sama dengan zakat biji­bijian, yaitu 10 % jika pengairannya menggunakan air hujan dan 5 % jika pengairannya dengan bantuan mesin penyedot air sehingga membutuhkan biaya tambahan.

Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
فِيمَا سَقَتِ السَّمَاءُ وَالْعُيُونُ الْعُشْرُ وَفِيمَا سُقِيَ بِالنَّضْحِ نِصْفُ الْعُشْرِ

“Dari Abu Hurairah ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda: “(Tanaman) yang diairi dengan air hujan dan mata air (maka zakatnya) 10% dan yang diairi dengan pengairan (baik dengan tenaga manusia maupun mesin) maka (zakatnya) 5%.” (HR. Bukhari No 1483 dan Tirmidzi No 639)
(Lihat Fatawa Lajnah Daimah 9/233-234)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 6, 2008 in Fiqih, zakat

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: