RSS

Jarak diperbolehkanya Mengqashar Sholat

06 Sep

Tanya:
Berapakah jarak yang dibolehkan bagi seorang musafir untuk mengqashar sholat fardlu?

Jawab:
Jarak yang diperbolehkan untuk mengqashar shalat disebutkan secara mutlak dalam firman Allah ta’ala :

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي اْلأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تُقْصِرُوا مِنَ الصَّلاَةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا

“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi    tidaklah mengapa kamu mengqashar sholat(mu) jika kamu takut diserang orang-orang kafir. ” (An-Nisa: 101).

Dalam ayat di atas, batas bepergian itu tidak disebutkan apakah jauh atau dekat. Oleh karenanya, menurut sebagian ulama boleh mengqashar sholat dalam setiap perjalanan yang menurut kebiasaan disebut sebagai safar dengan berdalil mutlaknya penyebutan kata “safar” dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sementara sebagian ulama lainnya membatasi pengertian safar dengan perjalanan yang memakan waktu dua hari atau kira-kira sejauh 80 km. Sedangkan pendapat yang paling kuat adalah pendapat pertama, yaitu tidak membatasinya dengan jarak tertentu, akan tetapi setiap perjalanan yang menurut kebiasaan disebut sebagai safar boleh diqashar sholatnya. (Fatawa Al Lajnah    Ad-Daimah li’1-Buhutsil Ilmiyah wal Ifta, disusun oleh Shafwat Asy-Syawadify, hal: l l3, Darul Hira’)

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 6, 2008 in Fiqih, sholat

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: