RSS

Menyentuh Wanita setelah Wudhu

21 Agu

Tanya:
Bagaimana hukumya jika seseorang sudah wudhu’ kemudian bersentuhan dengan wanita apakah batal wudhu’nya?

Jawab:
Dalam hal ini ada silang pendapat dari para ulama apakah ia membatalkan wudhu ataukah tidak, Yang populer menurut madzhab Syafii menyentuh wanita adalah membatalkan wudhu. Sedang yang paling rajih adalah tidak membatalkan wudhu karena Rasulullah  shallalahu ‘alaihi wasallam   pernah mencium istrinya sedang beliau sudah berwudhu’ dan tidak mengulangi wudhu kembali. Hal ini berdasarkan hadits:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ
قَبَّلَ بَعْضَ نِسَائِهِ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ

“Dari Aisyah bahwasanya Nabi  shallalahu ‘alaihi wasallam   pernah mencium sebagian isterinya kemudian keluar menuju sholat dan tidak berwudhu lagi. ” (HR.Tirmidzi No 79, dishahihkan oleh Albani)

Seandainya menyentuh wanita itu membatalkan wudhu niscaya beliau akan wudhu kembali sebelum melaksanakan sholat. (Lihat Fatwa Lajnah Daimah 5/266)

Iklan
 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 21, 2008 in Fiqih, Thoharoh

 

Tag: ,

6 responses to “Menyentuh Wanita setelah Wudhu

  1. ahmed elatias

    September 3, 2008 at 9:05 pm

    kalau wanita itu istrinya yang sah, secara logika, ya ndhak membatalkan wudhu to ya…
    karena dengan menikah, gugurlah berbagai larangan syar’i terhadap pasangan (lelaki dan perempuan) yang tadinya berlaku, misalnya bersentuhan, berpandangan, berciuman, berhubungan suami-istri, dan sebagainya.
    dari hadits itu sudah jelas bahwa rasulullah malah mencium istri beliau (tentu saja bukan french kissing ya). apalagi kalau cuma bersinggungan, seharusnya tidak membatalkan hukum wudlu tersebut.
    kecuali setelah berwudlu melakukan hubungan intim, ya aturan dan status untuk itu kan sudah jelas, yakni sedang berjunub. bukan hanya wudlunya batal, melainkan harus mandi wajib malah.
    wallaahu a’lam bissawaab

     
  2. richi

    September 9, 2008 at 1:36 pm

    Menurut logika saya, tidak batal wudhunya jika : ” bersentuhan dengan wanita istrinya atau bukan istrinya, sengaja atau tidak disengaja, asalkan tidak ada NAFSU SYAHWAT yang menyertainya “.
    Memang tafsiran bersentuhan itu sangat banyak dan luas sekali, dari yang kecil sampai yang sangat besar pengertiannya. Dan yang paling baik kita lakukan adalah TIDAK BERSENTUHAN sama sekali, kecuali tidak sengaja tersentuh, karena dikhawatirkan NAFSU SYAHWAT ikut di dalamnya. Yang mengakibatkan sia – sialah shalat kita nanti.
    Salah satu nafsu syahwat yang menyertainya yaitu : sengaja menyentuh wanita itu. Kenapa tidak menunggu kita selesai shalat dulu toh ? paling juga memakan waktu 7 menit.
    wallaahu a’lam bissawaab
    wassalam

     
  3. Rinaldi

    November 5, 2008 at 11:50 am

    Menurut saya bersentuhan dengan wanita, muhrim maupun bukan muhrim tidak membatalkan wudhu. Karena sepanjang yang saya tau tidak ada dalil yang kuat membatalkan wudhu jika menyentuhkan wanita. Malalahan sebaliknya dalil yang mengatakan menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu sangat kuat dan berasal dari sumber yang terpercaya.

    “Dari Aisyah bahwasanya Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam pernah mencium sebagian isterinya kemudian keluar menuju sholat dan tidak berwudhu lagi. ” (HR.Tirmidzi No 79, dishahihkan oleh Albani)

     
  4. fikar

    November 25, 2008 at 5:01 am

    aslm.memang benar tidak ada satupun hadist yang menjelaskan bahwa
    menyentuh wanita setelah wudhu itu membatalkan wudhu, walaupun wanita itu Mahrom atau tidak mahrom. Jika kita bersentuhan dengan yg bukan mahrom hukumnya dosa. Jadi kt tdk boleh mngambil kesimpulan tanpa dasar Quran Hadits yang kuat.

     
  5. indra

    Desember 7, 2008 at 2:40 pm

    menurut pendapat saya… bagaimana baiknya sjaa

     
  6. lukman

    Juli 23, 2009 at 3:27 pm

    ga usah kata imam-imam, dah jelas di al-qur’an lafad او لمستم النساء secara etimologinya berarti bersentuhan, ya baaatal wudhunya. hadits bisa termansukh (terhapus hukumnya)dengan al-qur’an tidak sebaliknya, hukum ini dari Allah jangan dilogika-kan. dan semua jumhur mufassirin menyepakati hal ini. pendapat sebagian tak bisa dijadikan sandaran hukum, bisa kacau agama ini.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: