RSS

Kedudukan Hadits Tentang Surat Yasin

11 Agu

Tanya :
Apakah hadits-hadits yang menyatakan bahwa yasinan itu boleh adalah lemah?

Jawab :
Sebelum menjawab pertanyaan ini perlu kita definisikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang disebut oleh sebagian umat Islam dengan istilah “Yasinan.”

Yasinan berarti membaca surat yasin, lazimnya dibaca bersama-sama pada malam tertentu dan pada acara tertentu. Ritual Yasinan ini biasanya dilakukan pada malam jum’at, dalam rangka kematian, atau kelahiran anak, kirim doa pada arwah Fulan, dalam rangka berangkat menunaikan haji dan lain-lain. Hampir seluruh kegiatan yang didalammnya terdapat doa bersama biasanya terdapat yasinan ditambah dengan tahlilan dan hadarah.

Ini semua adalah perbuatan bid’ah yang tidak pernah dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam   , tidak parnah dilakukan oleh para sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan para imam madzhab yang terpercaya.
Dan semua riwayat yang menjelaskan tentang keutamaan surat Yaasiin berkisar antara lemah dan palsu, tidak ada yang shahih.
Namun kendatipun demikian bukan berarti lalu kita tidak boleh membaca surat Yaasiin sama sekali. Membaca surat Yasiin kita posisikan sama seperti membaca surat-surat dalam Al-Qur’an lainnya yang semuanya perlu kita baca. Hanya saja kita tidak boleh meyakini adanya keutamaan tertentu berkaitan dengan Surat Yasiin ini lantaran semua hadits yang menyebutkan tentang keutamaannya tidak ada yang shahih.
Berikut ini sebagaian riwayatnya. (Dan untuk lebih lengkapnya lilakan lihat dan baca lampiran “TANYA JAWAB DIENUL ISLAM JILID 4”)

مَنْ قَرَأَ يس اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ فَاقْرَؤُوهَا عِنْدَ مَوْتَاكُمْ

“Barangsiapa membaca surat Yasin demi mengharap wajah Allah, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Maka bacakanlah surat Yasin ini atas orang-orang yang mati diantara kalian. “

Keterangan:Hadits ini lemah. Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Lihat Dlaif Jami’ Ash-Shaghir No 5785 dan Al­ Misykat No 2178.

مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ أَوْ مَرْضَاتِهِ غُفِرَ لَهُ

“Barangsiapa membaca surat Yasin pada malam hari demi mengharap wajah Allah atau keridlaan Allah, niscaya dosa-dosanya akan diampuni. ”

Keterangan: Hadits ini lemah. Diriwayatkan oleh Imam Ad-Darimi 2/548 dan Thabrani dalam Mu’jam Al-Ausath.

قَلْبُ القُرْآنِ يس لاَ يَقْرَأُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ الله وَالدَّارَ الآخِرَةَ إِلاَّ غُفِرَ لَهُ اقْرَؤُوهَا عَلَىمَوْتَاكُمْ

“Jantungnya Al-Qur’an adalah surat Yasin. Tidaklah seseorang membacanya demi mengharap keridlaan Allah dan kampung Akhirat melainkan akan diampuni dosa-dosanya. Bacakanlah ia (Yasin)ini atas orang-orang yang mati diantara kalian. “

Keterangan: Hadits ini lemah. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad 5/26 dan Abu Daud 3121. Ibnu Hajar berkata: “Hadits ini Gharib.” Dan menurut Dar Qutni lemah. Lihat Talkhishul-Habir 2/104.

مَنْ سَمِعَ سُوْرَةَ يس عَدَلَتْ لَهُ عِشْرِيْنَ دِيْنَاراً فِي سَبِيْلِ اللهِ وَمَنْ قَرَأَهَا عَدَلَتْ لَهُ عِشْرِيْنَ حَجَّةً وَمَنْ كَتَبَهَا وَشَرِبَهَا أُدْخِلَتْ جَوْفَهُ أَلْفُ يَقِيْنٍ وَأَلْفُ نُوْرٍ وَأَلْفُ بَرَكَةٍ وَأَلْفُ رَحْمَةٍ وَأَلْفُ رِزْقٍ وَنُزِعَتْ مِنْهُ كُلُّ غِلٍّ وَدَاءٍ

“Barangsiapa mendengarkan surat Yasin maka pahalanya sama dengan bersedekah dengan dua puluh dinar dijalan Allah. Dan barangsiapa membacanya maka pahalanya sama dengan dua puluh kali haji. Barangsiapa menulisnya kemudian meminumnya, berarti telah masuk ke dalam perutnya seribu yaqin, seribu cahaya, seribu barakah, seribu rahmat dan seribu rizki dan dicabut darinya segala kedengkian dan penyakit. ”
Keterangan: Hadits ini palsu. Lihat Kitabul Maudluat (Kumpulan Hadits­-Hadits Palsu) karya Ibnul Jauzi 1 / 178, Al-lali’ul Mashnu’ah 1/233, Tanzihusy-Syariah 1/382 dan Al-Fawa’idul Maj’muah 300.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 11, 2008 in Bid'ah, Uncategorized

 

Tag:

2 responses to “Kedudukan Hadits Tentang Surat Yasin

  1. Mubas

    Juni 26, 2009 at 12:19 am

    Pahalanya membaca Al-Qur’an
    Setelah keterangan singkat diatas mengenai membaca Al-Qur’an untuk si mayyit dikuburan, marilah kita meneliti dalil-dalil dan wejangan ulama pakar mengenai pahala orang yang membaca ayat Al-Qur’an, juga anjuran-anjuran untuk membaca surat Yaasin, surat Al-Ikhlas dan lainnya pada orang-orang yang akan atau sudah wafat. Dengan demikian buat pembaca lebih jelas lagi bahwa bacaan yang dibaca (didalam majlis-majlis dzikir termasuk tahlilan/yasinan dan lainnya) pasti akan mendapatkan pahala dari Allah swt., jadi bukan sebaliknya akan mendapat dosa dan sebagainya sebagaimana yang dikatakan oleh golongan pengingkar.
    Ibn Mas’ud ra berkata: Rasulallah saw. bersabda:
    “Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka mendapat Hasanat/ kebaikan dan tiap Hasanat mempunyai pahala berlipat sepuluh kali. Saya tidak berkata: Alif lam mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”.(HR. Attirmidzy).

    Lihat Hadits ini siapa yang membaca al Qur’an akan dilipatkan pahala setiap hurufnya menjadi sepuluh kali. Pahala apa yang akan diberikan Allah swt. setiap hurufnya itu tidak ada keterangan yang jelas. Untuk lebih gampangnya kita ambil misal saja, bila pahala yang diberikan Allah swt. untuk satu huruf tersebut i amisalnya sudah kita ketahuii a yaitu berupa satu pohon di surga dan Dia akan melipatkan 10x pahalanya berarti kita akan memperoleh 10 pohon untuk setiap hurufnya, jadi kita bisa hitung sendiri berapa pohon yang akan kita peroleh hanya dengan bacaan surat Fatihah saja??. Ingat Rahmat dan Kurnia Allah swt. tidak ada batasnya. Jangan kita sendiri yang membatasinya !
    Mari kita teruskan membaca dalil-dalil mengenai pembacaan Al-Qur’an yang bermanfaat bagi orang yang akan atau sudah wafat berikut ini :
    ‘Bacalah Yaa Siin bagi orang-orang yang (akan atau telah) meninggal diantara kalian (muslimin)’.
    Riwayat serupa oleh Abu Hurairah ra juga telah dicatat oleh Abu Ya’la dalam Musnad beliau dan Hafidz ibn Katsir telah mengklasifikasikan rantai periwayatnya (sanadnya) sebagai Hasan/baik (lihat Tafsiir Ibn Katsiir Juz 3 hal. 570).
    Al-Baihaqi dalam Sya’bul Iman menjelaskan sebuah hadits riwayat Mi’qal bin Yasar bahwa Rasulallah saw. bersabda :
    “Barangsiapa membaca Yaa Sin semata-semata demi keridhaan Allah, ia memperoleh ampunan atas dosa-dosanya yang telah lalu. Karena itu hendak lah kalian membacakan Yaa Sin bagi orang yang (akan atau telah) wafat diantara kalian (muslimin)”. (Hadits ini disebutkan juga dalam Al-Jami’us Shaghier dan Misykatul Mashabih).
    Ma’aqal ibn Yassaar ra meriwayatkan bahwa Rasulallah saw. bersabda;
    “Yasin adalah kalbu (hati) dari Al-Quran. Tak seorang pun yang membacanya dengan niat menginginkan Akhirat melainkan Allah akan mengampuninya. Bacalah atas orang-orang yang (akan dan telah) wafat diantaramu.” (Sunan Abu Dawud). Imam Hakim mengklasifikasikan hadits ini sebagai Shohih/ Autentik, lihat Mustadrak al-Haakim juz 1, halaman 565; lihat juga at-Targhiib juz 2 halaman 376.
    Hadits yang serupa juga diriwayatkan oleh Hafiz As- Salafi (Mukhtasar Al-Qurtubi hal. 26).
    Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan dalam Musnad-nya dengan sanad dari Safwaan bahwa ia berkata: “Para ulama biasa berkata bahwa jika Yaasin dibaca oleh orang-orang yang akan wafat, Allah akan memudahkan maut itu baginya.” (Lihat tafsir Ibnu Katsir jild 3 halaman 571).
    Dari Jund bin Abdullah ra. meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa membaca Surat Yaasin pada malam hari dengan niat mencari ridha Allah dosa-dosanya akan diampuni” (Imam Malik bin Anas, dalam kitabnya Al Muwattha’). Ibnu Hibban menshohihkannya (lihat shohih Ibn Hibban jilid 6 halaman 312, juga lihat At Targhiib jilid 2 hal. 377).
    Lihat hadits ini pahala tertentu bacaan Yaasin Allah swt akan mengampuni dosa-dosa si pembacanya. Manfaat pengampunan ini yang selalu diharapkan oleh setiap Muslimin !!
    Riwayat serupa dari Abu Hurairah ra juga dicatat oleh Abu Ya’la dalam Musnadnya dan Ibnu Kathir telah mengklasifikasikan rantai perawinya sebagai Hasan/baik. (Lihat tafsir Ibnu Katsir jilid 3 hal.570).
    Syaikh Muhammad Al-‘Arabi At-Tibani, seorang ulama Masjidil Haram dalam risalahnya yang berjudul Is’aful Muslimin wal Muslimat bi Jawazil Qira’ah wa Wushulu Tsawabiha Lil Amwat mengatakan membaca Al-Qur’an itu dapat sampai kepada arwah orang yang telah meninggal.
    Juga mengenai fadhilah/pahala membaca surat Al-Ikhlas, Abu Muhammad As-Samarkandy, Ar-Rafi’i dan Ad-Darquthni, masing-masing menunjuk sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib kw bahwa Rasulallah saw. bersabda:
    “Barangsiapa lewat melalui kuburan, kemudian ia membaca ‘Qul Huwallahu Ahad’ sebelas kali dengan niat menghadiahkan pahalanya pada para penghuni kubur, ia sendiri akan memperoleh pahala sebanyak orang yang mati disitu (atau mendapat pahala yang diperoleh semua penghuni kubur)”.
    Berdasarkan riwayat surat Yaasin yang cukup banyak maka ulama-ulama pakar atau orang-orang lainnya yang memegang hadits-hadits ini, mengamalkannya baik secara individu atau berkelompok sebagai amalan tambahan. Hadits-hadits diatas mengenai keistemewaan dan pahala-pahala tertentu surat Yaasin.

     
  2. joyo

    April 10, 2014 at 6:07 am

    Abu Shofwan ini taklid buta sama Syekh Albani. Jadi, kalo Syekh Albani bilang hadis ini dhaif, lemah, atau palsu, dia langsung tunduk dan patuh bagai kerbau yang dicocok hidungnya. Pendapat imam hadis terdahulu tidak dianggapnya sama sekali karena bertentangan dengan pendapat Mahaguru dan Ahli Hadis satu-satunya di muka bumi, yaitu Syekh Albani.

    Imam Nawawi mengatakan dalam Al-Adzkar, “Boleh menggunakan hadis dhaif terkait dengan keutamaan amal ibadah.”

    Lalu Ibnu Hajar memberikan penjelasan lebih lanjut, bahwa bolehnya menggunakan hadis dhaif sebagai dasar keutamaan amal dengan syarat: (1) hadis tidak sangat dhaif; atau (2) ada hadis lain yang berkualitas hasan atau sahih yang secara substansi bisa menopang hadis dhaif tsb.

    Jadi, meski hadis tentang keutamaan surat Yasin dhaif, menurut Abu Shofwan dan Syekhnya tersebut, adalah shaif, ada hadis lain yang sahih atau hasan yang menjelaskan keutamaan membaca Al-Quran. Jadi, tulisan Abu Shofwan ini sesungguhnya sangat kontraproduktif dan memcah belah persaudaraan umat Islam (Ukhuwah Islamiyah). Salam

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: